Simak! Ini 8 Tanda Detox Rahim Berhasil

Masalah pada rahim bisa menyebabkan seorang wanita sulit mendapatkan momongan. Untuk mengatasinya, berbagai cara ditempuh, salah satunya dengan rahim. Menjadi metode yang banyak dilakukan wanita, masih banyak yang belum mengetahui tanda detox rahim berhasil.

Jika kamu merupakan salah satu yang masih mempertanyakan apakah detox rahim yang kamu lakukan berhasil atau tidak, kamu berada di tempat yang tepat. Pada artikel ini akan dibahas tanda detox rahim berhasil sekaligus tips melakukan detox rahim yang aman. So, stay tune!

Apa itu Detox Rahim?

Detox rahim merupakan cara yang dilakukan untuk membersihkan rahim dari berbagai macam racun yang bisa menyebabkan permasalahan pada rahim. Menurut American College of Obstetrics and Gynecology bersama dengan American Society for Reproductive Medicine, bahan kimia dari lingkungan yang beracun menjadi paparan paling besar bagi manusia.

Efek dari paparan lingkungan yang beracun tersebut dipercaya juga dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi. Sehingga, program hamil yang kamu rencanakan mungkin akan terhambat.

Dilansir dari Premama Wellness, detox rahim sangat direkomendasikan bagi wanita yang ingin segera memiliki keturunan ataupun yang memiliki masalah hormonal seperti PCOS, miom, kista, haid tidak lancar, rahim kotor, dan sedang menjalani program hamil.

Apa Tanda Detox Rahim Berhasil?

Detox rahim biasanya dilakukan dengan mengonsumsi bahan makanan tertentu selama beberapa waktu. Adapun tanda detox rahim berhasil, bisa ditandai dengan:

  1. Menstruasi lebih ringan dan lancar.
  2. Badan lebih segar dan tidak lagi merasa pegal-pegal.
  3. Sering berdampak pada penurunan berat badan dan tubuh terasa ringan.
  4. Bab lancar dan sering buang air kecil.
  5. Tidur menjadi lebih nyenyak.
  6. Perut terasa lebih kenyang dan keinginan ngemil menjadi hilang.
  7. Masalah pada wajah berkurang seperti jerawat yang kempes dan mengering.
  8. Terasa pusing akibat kebiasaan dan pola makan yang berubah sehingga tubuh memerlukan adaptasi saat detox rahim.

Tanda detox rahim berhasil ini tidak terlepas dari bagaimana melakukan detoksifikasi terhadap tubuh kamu. Bagaimana cara terbaik serta aman yang bisa dicoba? Temukan jawabannya di bawah ini!

Cara Detox Rahim yang Aman untuk Tubuh

Keberhasilan detox rahim sebenarnya bergantung pada metode atau cara detoksifikasi yang dilakukan. Berikut cara detox rahim yang aman untuk tubuh menurut Natural Fertility yang bisa kamu coba.

  1. Mengonsumsi makanan sehat

Detox tubuh atau detox rahim teraman adalah dengan mengubah menu makananmu. Hindari semua makanan siap saji dan berpengawet yang cenderung kurang sehat. Beralihlah ke menu yang lebih sehat dan alami seperti sayur, buah, biji-bijian, lemak sehat, dan bahan-bahan segar lainnya.

  1. Rajin berolahraga

Untuk membantu detox rahim agar berhasil, maka kamu harus aktif melakukan olahraga seperti melatih kebugaran, mengurangi stres dan meningkatkan sirkulasi darah serta oksigen.

  1. Minum air lemon setiap hari

Peranan air lemon itu sangat penting, sebab dapat menjaga keseimbangan hormon pada tubuh kamu. Sehingga air lemon sangat bagus untuk kesehatan reproduksi. Jadi, saat kamu sedang melakukan detox rahim, pastikan kamu minum air lemon setiap hari.

  1. Rajin luluran atau peeling

Tahukah kamu? Melakukan peeling atau luluran bisa membantu detox menjadi lebih cepat. Karena sebagian besar racun dalam tubuh dapat keluar melalui pori-pori kulit yang terbuka.

  1. Detox dengan ramuan herbal

Pembersihan rahim dan tubuh dengan menggunakan bahan alami dapat membantu proses detox menjadi lebih baik. Banyak pasangan yang berhasil menjalani promil dengan detox ramuan herbal. Beberapa bahan alami yang dapat kamu coba untuk detox rahim antara lain jahe, cengkeh, lemon, madu, kayu manis, ketumbar, dan kapulaga.

  1. Kontrol pikiran dan manajemen stres

Terkadang tingkat stres yang tinggi dapat mengganggu proses detoksifikasi rahim dan tubuh. Hindari stres dan kelola stres dengan baik agar mendukung program detox rahim yang sedang kamu jalani.

Demikian ulasan mengenai detox rahim, mulai dari tanda detox rahim berhasil dan cara detox rahim yang aman untuk tubuh. Semoga informasi ini bermanfaat dan detox yang kamu lakukan menunjukkan tanda keberhasilan sehingga dapat segera memiliki momongan.

Referensi:

Sumber:

https://yoona.id/blog/tanda-detox-rahim-berhasil/

https://www.ruangmom.com/detox-rahim.html

https://www.beautynesia.id/wellness/apa-itu-detox-rahim-dan-manfaatnya-untuk-kesehatan-wanita/b-166932

10 Larangan Saat Haid yang Harus Dihindari

Haid atau menstruasi penuh dengan ketidaknyamanan. Ketika haid, kamu akan merasakan kram dan perubahan mood secara drastis. Karena itulah, untuk mengurangi ketidaknyamanan tersebut ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan ketika haid. Hal-hal itu merupakan larangan saat haid.

Sebenarnya, apa saja sih yang tidak boleh dilakukan di masa haid? Jangan menunggu terlalu lama untuk mengetahui jawabannya. Segera tuntaskan rasa penasaranmu dengan membaca artikel tentang larangan haid di bawah ini!

1.Larangan Saat Haid

Secara garis besar, terdapat 10 larangan saat haid yang harus dihindari oleh setiap perempuan. Hal ini merupakan suatu anjuran untuk mengurangi ketidaknyamanan saat haid.

Larangan-larangan tersebut adalah sebagai berikut:

2.Minum Banyak Kopi

Tahukah kamu bahwa kopi bisa memperparah nyeri haid dan nyeri pada payudara? Hal ini dapat disebabkan oleh kandungan kafein yang cukup tinggi pada kopi.

Oleh karena itu, kamu tidak bisa minum terlalu banyak kopi ketika menstruasi. Cukup minum seperlunya saja jika dibutuhkan

3. Menggunakan Pembalut yang Sama Terus Menerus

Pembalut yang sama tidak bisa dipakai secara terus menerus. Pembalut dapat digunakan selama maksimal 3 jam. Setelah 3 jam berlalu, kamu harus mengganti pembalut lama dengan pembalut baru.

Jika menggunakan pembalut yang sama terlalu lama, kamu akan menerima berbagai risiko. Misalnya muncul bau hingga infeksi bakteri dan jamur pada vagina.

Larangan ini tidak hanya berlaku bagi perempuan yang menggunakan pembalut saja. Perempuan yang menggunakan produk kesehatan lain seperti tampon atau menstrual cup juga tidak boleh menggunakan produk yang sama dalam waktu terlalu lama.

4.Mencukur Bulu pada Tubuh

Anjuran selanjutnya yang sebaiknya tidak kamu lakukan adalah mencukur bulu pada tubuh. Baik itu menggunakan metode waxing atau alat cukur.

Mengapa demikian? Sebab area tumbuhnya rambut tubuh merupakan area yang sensitif. Ketika kamu menarik rambut tersebut saat waxing, kamu akan merasa sakit. Sama halnya dengan mencukur rambut yang bisa menimbulkan lecet.

Sebaiknya, kamu bisa mencabut bulu pada tubuh setidaknya satu minggu setelah haid berakhir.

5.Merokok

Merokok merupakan aktivitas berbahaya yang tidak mendatangkan manfaat bagi tubuh. Saat dilakukan di waktu haid, merokok juga bisa memperparah rasa sakit ketika haid. Karena itulah, lebih baik dihindari.

6. Minum Alkohol

Keluarnya darah akibat haid bisa menurunkan tekanan darah. Hal ini dapat menyebabkan kamu lebih rentan terhadap efek alkohol. Kamu akan merasa lebih lelah dan darah haidmu juga menjadi bertambah banyak.

Oleh karena itu, sebaiknya kurangi atau hentikan konsumsi alkohol ketika kamu haid.

7.Mengonsumsi Makanan Pedas

Haid bisa menimbulkan perasaan lelah dan nyeri. Nah, masalah ini bisa bertambah jika kamu mengonsumsi makanan pedas. Sebab, makanan pedas bisa menimbulkan nyeri perut dan kembung.

8. Mengonsumsi Makanan Terlalu Asin

Makanan asin yang mengandung banyak sodium merupakan makanan yang tidak sehat. Namun, mengonsumsi makanan ini lebih tidak sehat lagi jika dilakukan di masa haid.

Hal ini disebabkan karena makanan yang asin bisa memperparah kram haid. Selain itu, makanan asin juga bisa menyebabkan perut kembung sehingga kamu jadi tidak nyaman.

9. Mengonsumsi Makanan Terlalu Manis

Sama seperti makanan yang terlalu asin, makanan yang terlalu manis juga bisa menyebabkan perut kembung. Kondisi ini tentu tidak nyaman bagi tubuh, karena itu sebaiknya dihindari.

10. Melakukan Pemeriksaan Payudara

Pemeriksaan payudara dilakukan untuk mendeteksi adanya tumor atau kanker payudara. Jika kamu ingin melakukan pemeriksaan ini, jangan melakukannya ketika sedang haid.

Ini karena ketika haid kadar hormon dalam tubuh meningkat menjadi tidak wajar. Alhasil, ketidaknormalan pada payudara menjadi sulit dideteksi.

11.Douche

Larangan saat haid yang terakhir adalah douche. Douche merupakan kegiatan membersihkan vagina dengan cairan kimia. Melakukan hal ini berbahaya karena bisa menyebabkan infeksi vagina dan penyakit menular seksual.

Demikian ulasan mengenai 10 larangan saat haid yang perlu kamu patuhi. Ingat, semua ini demi kebaikanmu. Dengan menghindari kesepuluh larangan di atas, kamu akan merasa lebih baik ketika haid. Percayalah! 

Bolehkah Keramas Saat Haid? Ini Jawabannya

Bolehkah keramas saat haid? Ketika sedang haid atau menstruasi, kamu mungkin bertanya-tanya tentang hal itu.

Tak perlu khawatir, pertanyaan tersebut sangat wajar. Ini karena banyak mitos yang menyebutkan bahwa perempuan yang sedang haid tidak boleh mencuci rambutnya.

Lantas, apakah mitos tersebut benar adanya? Apakah perempuan yang haid benar-benar tidak boleh keramas?

Cari tahu jawabannya sama-sama di artikel ini, yuk!

Bolehkah Keramas Saat Haid?

Salah satu mitos yang banyak beredar di masyarakat adalah larangan keramas saat haid. Mitos ini turun temurun dari generasi ke generasi. Bukan hanya di Indonesia saja, negara-negara lain di luar negeri pun tak menutup diri dari mitos ini.

Katanya, keramas saat haid dapat merusak rambut. Rambut bisa menjadi keriting atau rontok. Selain itu, ada pula yang mengatakan pori-pori rambut terbuka ketika haid. Sehingga jika seseorang keramas, air akan masuk ke dalam pori-pori dan menyebabkan sakit kepala.

Mitos lainnya adalah keramas bisa menyebabkan perubahan darah haid yang keluar. Ada yang bilang keramas bisa memperbanyak atau mempersingkat darah haid.

Semua hal tersebut adalah mitos belaka yang tidak perlu dipercayai. Sebab, tidak ada masalah dari mencuci rambut di saat haid. Perempuan yang sedang haid bebas mencuci rambutnya kapan pun ia mau.

Justru, penting sekali bagi perempuan untuk tetap menjaga kebersihan di kala haid. Termasuk juga keramas yang membersihkan rambut dari minyak dan kotoran.

Jika kamu tidak keramas selama masa haid yang bisa berlangsung hingga 7 hari, rambutmu akan penuh kotoran dan minyak. Hal ini bisa mengakibatkan peradangan yang menimbulkan ketombe, gatal pada kulit kepala, dan aroma tidak sedap dari rambut.

Jadi, jika kembali ke pertanyaan bolehkah keramas saat haid, tentu saja jawabannya hanya satu. Sangat boleh!

Mitos Lain yang Berkaitan dengan Haid

Selain mitos tentang larangan keramas saat haid, ada pula mitos lain tentang haid yang masih dipercayai secara turun temurun. Mitos-mitos itu misalnya:

1.Larangan Mandi Ketika Haid

Lebih ekstrim dari larangan keramas, ada pula mitos tentang larangan mandi ketika haid.

Hal ini tentu saja sangat tidak masuk akal, sebab mandi harus dilakukan setiap hari untuk membersihkan diri. Bayangkan saja jika tidak mandi selama hingga 7 hari masa haid, badan bisa mengalami gatal-gatal dan lengket karena keringat.

Faktanya, mandi ketika haid justru bermanfaat untuk menjaga higienitas tubuh. Membersihkan tubuh ketika haid akan membuatmu terhindar dari bau badan, infeksi jamur dan bakteri pada vagina, serta infeksi saluran kemih.

2. Larangan Mandi dengan Air Hangat

Jika sebelumnya perempuan haid dilarang mandi secara total, baik menggunakan air hangat maupun air dingin, kali ini mitos hanya menyebutkan larangan mandi dengan air hangat ketika haid.

Larangan ini muncul karena mandi dengan air hangat dipercaya dapat membuat darah haid jadi keluar lebih banyak.

Sebenarnya, mandi dengan air hangat memang bisa meningkatkan sirkulasi darah. Jika menilik teori, maka bukan tidak mungkin darah haid jadi lebih banyak keluar. Namun, tidak ada bukti yang benar-benar menyatakan kalau mandi dengan air hangat bisa memperbanyak darah haid.

Bahkan, justru sebenarnya air hangat bisa memberikan efek tenang dan rileks. Ketika kamu mandi dengan air hangat, kamu akan mendapat sensasi relaksasi. Tubuhmu akan lebih santai dan kram haid yang kamu alami akan berkurang. Begitu pula dengan sakit punggung dan sakit kepala, semuanya akan berangsur-angsur membaik.

3. Keramas Harus di Hari Pertama Haid

Jika perempuan ingin keramas saat haid, aktivitas ini harus dilakukan di hari pertama haid. Adapun di hari-hari selanjutnya, perempuan sama sekali tidak boleh mencuci rambutnya.

Mitos ini tidak perlu dipercayai. Sebab seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, keramas saat haid boleh dilakukan kapan saja.

  1. Larangan Masuk ke Air Saat Haid

Mitos selanjutnya adalah larangan masuk ke dalam air saat haid. Misalnya saja berenang atau berendam di bak mandi.

Larangan ini muncul karena ada anggapan bahwa berendam di air bisa menghentikan haid. Selain itu, berendam di air juga menimbulkan anggapan bahwa air akan kotor karena darah yang keluar dari tubuh.

Merendam tubuh dalam air saat haid memang menimbulkan ilusi bahwa aliran darah telah berhenti. Padahal, sebenarnya darah haid akan tetap keluar karena dinding rahim akan tetap meluruh meskipun sedang berendam.

  1. Mencuci Muka dengan Darah Haid

Mitos terakhir adalah mencuci muka dengan darah haid untuk perempuan yang baru pertama kali mendapat haid. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan wajah cerah dan bersih selama seumur hidup.

Mitos ini tentu saja sangat tidak masuk akal. Jika ingin memiliki kulit yang bersih dan cerah, kamu bisa menggunakan skincare. Jadi, bolehkah keramas saat haid? Mulai sekarang, kamu bisa menjawab pertanyaan ini dengan percaya diri. Jawabannya, tentu saja boleh! Mencuci rambut ketika haid justru bermanfaat untuk menghilangkan kotoran dan minyak di rambut yang bisa menyebabkan gatal dan ketombe.