Abdomen Adalah Organ Perut yang Rentan Alami Infeksi

Istilah abdomen cukup asing bagi banyak orang. Abdomen adalah sebuah istilah dari bahasa Latin yang dipakai dalam menyebutkan area depan tubuh, terletak di antara dada dan panggul. Abdomen lebih disebut sebagai organ perut. Abdomen terdiri atas bagian rongga dan dinding.

Kemudian dinding abdomen terdiri dari lapisan bawah kulit, kulit, otot, serta jaringan lemak. Bagian otot pada dinding sangat tebal dan kuat, bertugas melindungi organ-organ yang ada di bawahnya.

Sementara itu dalam rongga terdapat berbagai organ diantaranya hati, lambung, kantung empedu beserta salurannya, limpa, kelenjar pankreas, usus kecil, dan sebagian usus besar (hanya sebagian).

Abdomen Adalah Organ yang Memiliki Fungsi Penting

Pada area abdomen yang berisikan organ-organ pencernaan, bisa saja alami masalah kesehatan seperti infeksi. Secara umum organ-organ tersebut bergerak, berkembang, juga saling mendorong, sesuai dengan sistem pencernaan tubuh kita.

Pergerakan itu tetap terikat oleh kumpulan jaringan yang disebut dengan mesenterium yang merupakan jaringan penghubung.

Beberapa fungsi dari abdomen, yaitu:

  • Berperan penting dalam proses pencernaan dan penyerapan asupan yang masuk ke dalam tubuh.
  • Membantu berjalannya proses pernapasan.
  • Proteksi terhadap organ-organ dalam.
  • Menjaga organ-organ pencernaan bekerja dengan sempurna.

Lalu, mengapa abdomen bisa alami gangguan kesehatan? Dan penyakit seperti apa yang biasanya menyerang organ ini? Terdapat banyak penyebab mengapa seseorang alami gangguan kesehatan pada area abdomen. Serangan bakteri dan virus contohnya yang memicu infeksi.

Penyakit-Penyakit Perut

Penyakit-penyakit yang umum menyerang area abdomen meliputi:

Sembelit (Susah BAB)

Kasus sembelit bisa saja pernah dialami hampir semua orang, Secara medis, sembelit merupakan kondisi di mana hanya buang air besar (BAB) 1-2 kali saja dalam seminggu. Banyak faktor yang menyebabkan masalah pencernaan ini.

Mulai dari kurang memperhatikan asupan sehari-hari, sampai menjadi salah satu gejala dari penyakit tertentu. Termasuk penyakit berbahaya yang terkadang kurang disadari. 

Keracunan Makanan

Infeksi abdomen juga bisa terjadi akibat keracunan makanan. Diawali dengan sakit perut hebat yang tidak juga mereda. Perut terasa melilit dan menimbulkan rasa mual. Bisa diikuti dengan diare.

Radang Usus Buntu

Penyakit ini tentu tidak lagi asing, bukan? Radang usus buntu merupakan peradangan pada area usus, organ kecil yang ada pada dasar usus besar atau disebut area kolon. Umumnya, usus buntu harus diberi tindakan cepat dengan diangkat melalui prosedur operasi bedah. Karena bila didiamkan berisiko meledak, sangat membahayakan nyawa penderitanya.

Sirosis Hati

Sirosis hati adalah penyakit dengan kondisi organ hati yang mengeras, hingga menyebabkan organ tersebut alami luka serius. Kebanyakan sirosis dialami seseorang sebagai tingkatan lanjut dari hepatitis kronis. Penyakit ini pun banyak dialami oleh mereka yang ketergantungan alkohol.

Hepatitis

Penyakit lainnya berupa hepatitis atau radang hati. Hepatitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh serangan virus. Biasanya penderita sedang dalam kondisi kurang fit yang mana membuat sistem kekebalan tubuh terganggu. Virus pun lebih mudah menyerang.

Bila tidak ditangani dengan segera dan tepat, gejala akan semakin parah. Begitupun dengan tingkatan keparahannya. Seperti alami sirosis hati.

Hernia Abdominalis

Hernia abdominalis adalah melemahnya organ-orang pada area perut atau sering disebut fasia. Kondisi ini membuat organ-organ menonjol keluar. Paling umum terjadi pada organ usus. Dibutuhkan tindakan operasi pembedahan untuk mengatasinya.

Dalam mengatasi gangguan kesehatan di area abdomen, dokter spesialis akan lebih dulu melakukan pemeriksaan. Salah satunya prosedur endoskopi untuk mengetahui lebih rinci ketidaknormalan yang terjadi di dalam perut. Setelah memahami abdomen adalah bagian penting yang rentan alami gangguan kesehatan, kamu bisa lebih memperhatikan kondisi perut dengan menjaga asupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *