Simak! Ini 8 Tanda Detox Rahim Berhasil

Masalah pada rahim bisa menyebabkan seorang wanita sulit mendapatkan momongan. Untuk mengatasinya, berbagai cara ditempuh, salah satunya dengan rahim. Menjadi metode yang banyak dilakukan wanita, masih banyak yang belum mengetahui tanda detox rahim berhasil.

Jika kamu merupakan salah satu yang masih mempertanyakan apakah detox rahim yang kamu lakukan berhasil atau tidak, kamu berada di tempat yang tepat. Pada artikel ini akan dibahas tanda detox rahim berhasil sekaligus tips melakukan detox rahim yang aman. So, stay tune!

Apa itu Detox Rahim?

Detox rahim merupakan cara yang dilakukan untuk membersihkan rahim dari berbagai macam racun yang bisa menyebabkan permasalahan pada rahim. Menurut American College of Obstetrics and Gynecology bersama dengan American Society for Reproductive Medicine, bahan kimia dari lingkungan yang beracun menjadi paparan paling besar bagi manusia.

Efek dari paparan lingkungan yang beracun tersebut dipercaya juga dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi. Sehingga, program hamil yang kamu rencanakan mungkin akan terhambat.

Dilansir dari Premama Wellness, detox rahim sangat direkomendasikan bagi wanita yang ingin segera memiliki keturunan ataupun yang memiliki masalah hormonal seperti PCOS, miom, kista, haid tidak lancar, rahim kotor, dan sedang menjalani program hamil.

Apa Tanda Detox Rahim Berhasil?

Detox rahim biasanya dilakukan dengan mengonsumsi bahan makanan tertentu selama beberapa waktu. Adapun tanda detox rahim berhasil, bisa ditandai dengan:

  1. Menstruasi lebih ringan dan lancar.
  2. Badan lebih segar dan tidak lagi merasa pegal-pegal.
  3. Sering berdampak pada penurunan berat badan dan tubuh terasa ringan.
  4. Bab lancar dan sering buang air kecil.
  5. Tidur menjadi lebih nyenyak.
  6. Perut terasa lebih kenyang dan keinginan ngemil menjadi hilang.
  7. Masalah pada wajah berkurang seperti jerawat yang kempes dan mengering.
  8. Terasa pusing akibat kebiasaan dan pola makan yang berubah sehingga tubuh memerlukan adaptasi saat detox rahim.

Tanda detox rahim berhasil ini tidak terlepas dari bagaimana melakukan detoksifikasi terhadap tubuh kamu. Bagaimana cara terbaik serta aman yang bisa dicoba? Temukan jawabannya di bawah ini!

Cara Detox Rahim yang Aman untuk Tubuh

Keberhasilan detox rahim sebenarnya bergantung pada metode atau cara detoksifikasi yang dilakukan. Berikut cara detox rahim yang aman untuk tubuh menurut Natural Fertility yang bisa kamu coba.

  1. Mengonsumsi makanan sehat

Detox tubuh atau detox rahim teraman adalah dengan mengubah menu makananmu. Hindari semua makanan siap saji dan berpengawet yang cenderung kurang sehat. Beralihlah ke menu yang lebih sehat dan alami seperti sayur, buah, biji-bijian, lemak sehat, dan bahan-bahan segar lainnya.

  1. Rajin berolahraga

Untuk membantu detox rahim agar berhasil, maka kamu harus aktif melakukan olahraga seperti melatih kebugaran, mengurangi stres dan meningkatkan sirkulasi darah serta oksigen.

  1. Minum air lemon setiap hari

Peranan air lemon itu sangat penting, sebab dapat menjaga keseimbangan hormon pada tubuh kamu. Sehingga air lemon sangat bagus untuk kesehatan reproduksi. Jadi, saat kamu sedang melakukan detox rahim, pastikan kamu minum air lemon setiap hari.

  1. Rajin luluran atau peeling

Tahukah kamu? Melakukan peeling atau luluran bisa membantu detox menjadi lebih cepat. Karena sebagian besar racun dalam tubuh dapat keluar melalui pori-pori kulit yang terbuka.

  1. Detox dengan ramuan herbal

Pembersihan rahim dan tubuh dengan menggunakan bahan alami dapat membantu proses detox menjadi lebih baik. Banyak pasangan yang berhasil menjalani promil dengan detox ramuan herbal. Beberapa bahan alami yang dapat kamu coba untuk detox rahim antara lain jahe, cengkeh, lemon, madu, kayu manis, ketumbar, dan kapulaga.

  1. Kontrol pikiran dan manajemen stres

Terkadang tingkat stres yang tinggi dapat mengganggu proses detoksifikasi rahim dan tubuh. Hindari stres dan kelola stres dengan baik agar mendukung program detox rahim yang sedang kamu jalani.

Demikian ulasan mengenai detox rahim, mulai dari tanda detox rahim berhasil dan cara detox rahim yang aman untuk tubuh. Semoga informasi ini bermanfaat dan detox yang kamu lakukan menunjukkan tanda keberhasilan sehingga dapat segera memiliki momongan.

Referensi:

Sumber:

https://yoona.id/blog/tanda-detox-rahim-berhasil/

https://www.ruangmom.com/detox-rahim.html

https://www.beautynesia.id/wellness/apa-itu-detox-rahim-dan-manfaatnya-untuk-kesehatan-wanita/b-166932

10 Larangan Saat Haid yang Harus Dihindari

Haid atau menstruasi penuh dengan ketidaknyamanan. Ketika haid, kamu akan merasakan kram dan perubahan mood secara drastis. Karena itulah, untuk mengurangi ketidaknyamanan tersebut ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan ketika haid. Hal-hal itu merupakan larangan saat haid.

Sebenarnya, apa saja sih yang tidak boleh dilakukan di masa haid? Jangan menunggu terlalu lama untuk mengetahui jawabannya. Segera tuntaskan rasa penasaranmu dengan membaca artikel tentang larangan haid di bawah ini!

1.Larangan Saat Haid

Secara garis besar, terdapat 10 larangan saat haid yang harus dihindari oleh setiap perempuan. Hal ini merupakan suatu anjuran untuk mengurangi ketidaknyamanan saat haid.

Larangan-larangan tersebut adalah sebagai berikut:

2.Minum Banyak Kopi

Tahukah kamu bahwa kopi bisa memperparah nyeri haid dan nyeri pada payudara? Hal ini dapat disebabkan oleh kandungan kafein yang cukup tinggi pada kopi.

Oleh karena itu, kamu tidak bisa minum terlalu banyak kopi ketika menstruasi. Cukup minum seperlunya saja jika dibutuhkan

3. Menggunakan Pembalut yang Sama Terus Menerus

Pembalut yang sama tidak bisa dipakai secara terus menerus. Pembalut dapat digunakan selama maksimal 3 jam. Setelah 3 jam berlalu, kamu harus mengganti pembalut lama dengan pembalut baru.

Jika menggunakan pembalut yang sama terlalu lama, kamu akan menerima berbagai risiko. Misalnya muncul bau hingga infeksi bakteri dan jamur pada vagina.

Larangan ini tidak hanya berlaku bagi perempuan yang menggunakan pembalut saja. Perempuan yang menggunakan produk kesehatan lain seperti tampon atau menstrual cup juga tidak boleh menggunakan produk yang sama dalam waktu terlalu lama.

4.Mencukur Bulu pada Tubuh

Anjuran selanjutnya yang sebaiknya tidak kamu lakukan adalah mencukur bulu pada tubuh. Baik itu menggunakan metode waxing atau alat cukur.

Mengapa demikian? Sebab area tumbuhnya rambut tubuh merupakan area yang sensitif. Ketika kamu menarik rambut tersebut saat waxing, kamu akan merasa sakit. Sama halnya dengan mencukur rambut yang bisa menimbulkan lecet.

Sebaiknya, kamu bisa mencabut bulu pada tubuh setidaknya satu minggu setelah haid berakhir.

5.Merokok

Merokok merupakan aktivitas berbahaya yang tidak mendatangkan manfaat bagi tubuh. Saat dilakukan di waktu haid, merokok juga bisa memperparah rasa sakit ketika haid. Karena itulah, lebih baik dihindari.

6. Minum Alkohol

Keluarnya darah akibat haid bisa menurunkan tekanan darah. Hal ini dapat menyebabkan kamu lebih rentan terhadap efek alkohol. Kamu akan merasa lebih lelah dan darah haidmu juga menjadi bertambah banyak.

Oleh karena itu, sebaiknya kurangi atau hentikan konsumsi alkohol ketika kamu haid.

7.Mengonsumsi Makanan Pedas

Haid bisa menimbulkan perasaan lelah dan nyeri. Nah, masalah ini bisa bertambah jika kamu mengonsumsi makanan pedas. Sebab, makanan pedas bisa menimbulkan nyeri perut dan kembung.

8. Mengonsumsi Makanan Terlalu Asin

Makanan asin yang mengandung banyak sodium merupakan makanan yang tidak sehat. Namun, mengonsumsi makanan ini lebih tidak sehat lagi jika dilakukan di masa haid.

Hal ini disebabkan karena makanan yang asin bisa memperparah kram haid. Selain itu, makanan asin juga bisa menyebabkan perut kembung sehingga kamu jadi tidak nyaman.

9. Mengonsumsi Makanan Terlalu Manis

Sama seperti makanan yang terlalu asin, makanan yang terlalu manis juga bisa menyebabkan perut kembung. Kondisi ini tentu tidak nyaman bagi tubuh, karena itu sebaiknya dihindari.

10. Melakukan Pemeriksaan Payudara

Pemeriksaan payudara dilakukan untuk mendeteksi adanya tumor atau kanker payudara. Jika kamu ingin melakukan pemeriksaan ini, jangan melakukannya ketika sedang haid.

Ini karena ketika haid kadar hormon dalam tubuh meningkat menjadi tidak wajar. Alhasil, ketidaknormalan pada payudara menjadi sulit dideteksi.

11.Douche

Larangan saat haid yang terakhir adalah douche. Douche merupakan kegiatan membersihkan vagina dengan cairan kimia. Melakukan hal ini berbahaya karena bisa menyebabkan infeksi vagina dan penyakit menular seksual.

Demikian ulasan mengenai 10 larangan saat haid yang perlu kamu patuhi. Ingat, semua ini demi kebaikanmu. Dengan menghindari kesepuluh larangan di atas, kamu akan merasa lebih baik ketika haid. Percayalah! 

Bolehkah Keramas Saat Haid? Ini Jawabannya

Bolehkah keramas saat haid? Ketika sedang haid atau menstruasi, kamu mungkin bertanya-tanya tentang hal itu.

Tak perlu khawatir, pertanyaan tersebut sangat wajar. Ini karena banyak mitos yang menyebutkan bahwa perempuan yang sedang haid tidak boleh mencuci rambutnya.

Lantas, apakah mitos tersebut benar adanya? Apakah perempuan yang haid benar-benar tidak boleh keramas?

Cari tahu jawabannya sama-sama di artikel ini, yuk!

Bolehkah Keramas Saat Haid?

Salah satu mitos yang banyak beredar di masyarakat adalah larangan keramas saat haid. Mitos ini turun temurun dari generasi ke generasi. Bukan hanya di Indonesia saja, negara-negara lain di luar negeri pun tak menutup diri dari mitos ini.

Katanya, keramas saat haid dapat merusak rambut. Rambut bisa menjadi keriting atau rontok. Selain itu, ada pula yang mengatakan pori-pori rambut terbuka ketika haid. Sehingga jika seseorang keramas, air akan masuk ke dalam pori-pori dan menyebabkan sakit kepala.

Mitos lainnya adalah keramas bisa menyebabkan perubahan darah haid yang keluar. Ada yang bilang keramas bisa memperbanyak atau mempersingkat darah haid.

Semua hal tersebut adalah mitos belaka yang tidak perlu dipercayai. Sebab, tidak ada masalah dari mencuci rambut di saat haid. Perempuan yang sedang haid bebas mencuci rambutnya kapan pun ia mau.

Justru, penting sekali bagi perempuan untuk tetap menjaga kebersihan di kala haid. Termasuk juga keramas yang membersihkan rambut dari minyak dan kotoran.

Jika kamu tidak keramas selama masa haid yang bisa berlangsung hingga 7 hari, rambutmu akan penuh kotoran dan minyak. Hal ini bisa mengakibatkan peradangan yang menimbulkan ketombe, gatal pada kulit kepala, dan aroma tidak sedap dari rambut.

Jadi, jika kembali ke pertanyaan bolehkah keramas saat haid, tentu saja jawabannya hanya satu. Sangat boleh!

Mitos Lain yang Berkaitan dengan Haid

Selain mitos tentang larangan keramas saat haid, ada pula mitos lain tentang haid yang masih dipercayai secara turun temurun. Mitos-mitos itu misalnya:

1.Larangan Mandi Ketika Haid

Lebih ekstrim dari larangan keramas, ada pula mitos tentang larangan mandi ketika haid.

Hal ini tentu saja sangat tidak masuk akal, sebab mandi harus dilakukan setiap hari untuk membersihkan diri. Bayangkan saja jika tidak mandi selama hingga 7 hari masa haid, badan bisa mengalami gatal-gatal dan lengket karena keringat.

Faktanya, mandi ketika haid justru bermanfaat untuk menjaga higienitas tubuh. Membersihkan tubuh ketika haid akan membuatmu terhindar dari bau badan, infeksi jamur dan bakteri pada vagina, serta infeksi saluran kemih.

2. Larangan Mandi dengan Air Hangat

Jika sebelumnya perempuan haid dilarang mandi secara total, baik menggunakan air hangat maupun air dingin, kali ini mitos hanya menyebutkan larangan mandi dengan air hangat ketika haid.

Larangan ini muncul karena mandi dengan air hangat dipercaya dapat membuat darah haid jadi keluar lebih banyak.

Sebenarnya, mandi dengan air hangat memang bisa meningkatkan sirkulasi darah. Jika menilik teori, maka bukan tidak mungkin darah haid jadi lebih banyak keluar. Namun, tidak ada bukti yang benar-benar menyatakan kalau mandi dengan air hangat bisa memperbanyak darah haid.

Bahkan, justru sebenarnya air hangat bisa memberikan efek tenang dan rileks. Ketika kamu mandi dengan air hangat, kamu akan mendapat sensasi relaksasi. Tubuhmu akan lebih santai dan kram haid yang kamu alami akan berkurang. Begitu pula dengan sakit punggung dan sakit kepala, semuanya akan berangsur-angsur membaik.

3. Keramas Harus di Hari Pertama Haid

Jika perempuan ingin keramas saat haid, aktivitas ini harus dilakukan di hari pertama haid. Adapun di hari-hari selanjutnya, perempuan sama sekali tidak boleh mencuci rambutnya.

Mitos ini tidak perlu dipercayai. Sebab seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, keramas saat haid boleh dilakukan kapan saja.

  1. Larangan Masuk ke Air Saat Haid

Mitos selanjutnya adalah larangan masuk ke dalam air saat haid. Misalnya saja berenang atau berendam di bak mandi.

Larangan ini muncul karena ada anggapan bahwa berendam di air bisa menghentikan haid. Selain itu, berendam di air juga menimbulkan anggapan bahwa air akan kotor karena darah yang keluar dari tubuh.

Merendam tubuh dalam air saat haid memang menimbulkan ilusi bahwa aliran darah telah berhenti. Padahal, sebenarnya darah haid akan tetap keluar karena dinding rahim akan tetap meluruh meskipun sedang berendam.

  1. Mencuci Muka dengan Darah Haid

Mitos terakhir adalah mencuci muka dengan darah haid untuk perempuan yang baru pertama kali mendapat haid. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan wajah cerah dan bersih selama seumur hidup.

Mitos ini tentu saja sangat tidak masuk akal. Jika ingin memiliki kulit yang bersih dan cerah, kamu bisa menggunakan skincare. Jadi, bolehkah keramas saat haid? Mulai sekarang, kamu bisa menjawab pertanyaan ini dengan percaya diri. Jawabannya, tentu saja boleh! Mencuci rambut ketika haid justru bermanfaat untuk menghilangkan kotoran dan minyak di rambut yang bisa menyebabkan gatal dan ketombe.

Inversio Uteri adalah : Kenali Pengertian dan Faktor Risikonya

Inversio uteri adalah komplikasi yang terjadi dalam proses melahirkan. Komplikasi ini ditandai dengan terbaliknya rahim ibu, baik sebagian atau secara penuh. Hal ini bisa berakibat fatal bagi ibu karena dapat menyebabkan pendarahan, trauma, hingga kematian.

Oleh karena itu, ibu hamil perlu mengetahui lebih dalam tentang inversio uteri. Termasuk juga gejala, penyebab, dan penanganannya.

Semua informasi tersebut bisa kamu dapatkan secara cuma-cuma melalui artikel berikut ini. Selamat membaca dan memahami tentang apa itu inversio uteri!

Penyebab Inversio Uteri

Tidak ada penyebab pasti yang dapat menjawab bagaimana inversio uteri bisa terjadi. Namun, ada teori yang berusaha mengemukakan penyebab komplikasi melahirkan ini. Penyebab itu misalnya kesalahan dari dokter, bidan, atau suster kala mengeluarkan plasenta. 

Bisa saja, pihak yang membantu ibu dalam melahirkan menarik tali pusar yang menghubungkan bayi dengan plasenta. Jika tidak dilakukan dengan hati-hati, proses mengeluarkan plasenta ini bisa menyebabkan rahim terbalik.

Hal ini dapat terjadi terutama jika ibu memenuhi kondisi berikut:

  • Plasenta ibu tertanam di bagian atas rahim. Hal ini akan menyulitkan dokter atau bidan dalam mengeluarkan plasenta. Salah menarik tali pusar, rahim bisa terbalik.
  • Rahim ibu tidak mengalami kontraksi setelah melahirkan. Kondisi ini disebut juga dengan atonia uteri. Atonia uteri menyebabkan rahim tidak berkontraksi sehingga plasenta tidak terbantu untuk keluar dan pendarahan akan terjadi.

Selain itu, ada faktor-faktor lain yang memperbesar risiko terjangkitnya inversio uteri. Faktor-faktor tersebut yaitu:

  • Melahirkan di waktu yang lebih cepat daripada perkiraan.
  • Proses persalinan yang lama, melebihi 24 jam.
  • Ibu memiliki tali pusar yang pendek.
  • Penggunaan magnesium sulfat dalam persalinan yang bisa membuat otot menjadi rileks.
  • Memiliki placenta accreta, atau plasenta yang terlalu dalam menempel pada dinding rahim.
  • Memiliki rahim yang lemah atau abnormal.

Gejala Inversio Uteri

Inversio uteri adalah komplikasi yang bisa menyebabkan kehilangan darah dan trauma. Komplikasi ini memiliki beragam gejala tergantung tingkat keparahannya. Berikut ini adalah gejala-gejalanya:

  • Pendarahan pada vagina, baik pendarahan ringan maupun parah.
  • Tekanan darah menurun drastis.
  • Rasa sakit pada perut bagian bawah seperti tertekan.
  • Adanya kumpulan benda halus dan bulat yang muncul dari vagina.
  • Terus mengalami rasa haus.
  • Mengalami kram otot.
  • Detak jantung meningkat namun tingkat pernapasan menurun.
  • Merasa sangat lemah seperti pusing dan kelelahan berlebihan.
  • Kulit terasa dingin dan basah.

Tingkatan Inversio Uteri

Inversio uteri memiliki 4 jenis tingkat keparahan. Berikut tingkat-tingkatnya:

  • Incomplete inversion atau inversio tidak lengkap. Kondisi ini terjadi ketika bagian atas rahim telah terbalik tetapi tidak sampai melalui serviks.
  • Complete inversion atau inversio lengkap. Kondisi ini berupa rahim yang telah terbalik dan melewati serviks.
  • Prolapsed inversion atau inversio prolaps. Kondisi ini terjadi ketika bagian atas uterus telah keluar dari vagina.
  • Total inversion atau inversio total. Kondisi ini berupa rahim dan vagina telah terbolak-balik.

Penanganan Inversio Uteri

Ketika ibu yang melahirkan mengalami inversio uteri, dokter akan mengambil langkah penanganan berikut ini.

  • Memasukkan kembali rahim dengan tangan.
  • Melakukan transfusi darah untuk mengganti darah yang telah terbuang dari tubuh.
  • Memberikan obat-obatan untuk melunakkan rahim ketika akan dimasukkan kembali.
  • Memasukkan kembali rahim secara manual dengan kondisi ibu dalam anastesi.
  • Memasukkan cairan ke dalam vagina agar tekanan air yang ditimbulkan mengembangkan rahim dan mengembalikannya ke posisi sebenarnya.
  • Melakukan operasi di bagian perut untuk mengembalikan kembali posisi rahim.
  • Memberikan antibiotik untuk mengurangi risiko infeksi.
  • Memberikan oksitosin untuk memicu kontraksi dan menghentikan rahim agar tidak terbalik lagi.
  • Melakukan operasi histerektomi atau pengangkatan rahim jika kondisi ibu dalam bahaya.

Inversio uteri adalah komplikasi melahirkan yang perlu diwaspadai setiap ibu. Jika ibu menemui gejala-gejala yang telah disebutkan di atas, panggil dokter segera untuk mendapatkan penanganan yang cepat.

Atonia Uteri Adalah: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya 

Atonia uteri adalah masalah kesehatan yang terjadi setelah masa persalinan. Penyakit ini tidak terbatas pada hanya satu cara melahirkan. Ibu yang melahirkan secara normal maupun operasi Caesar bisa mengalaminya.

Atonia uteri terjadi ketika rahim gagal melakukan kontraksi setelah melahirkan. Jika tidak ditangani dengan tepat, atonia uteri bisa berakibat fatal bagi ibu. Penyakit ini merupakan penyebab paling sering dari pendarahan pasca melahirkan yang banyak dialami ibu hamil. Bisa dibilang, atonia uteri merupakan keadaan darurat.

Mengapa atonia uteri bisa terjadi? Bagaimana gejala dan penanganannya? Semua jawaban atas pertanyaan tersebut bisa kamu temukan di artikel tentang atonia uteri ini!

Gejala Atonia Uteri

Atonia uteri ditandai dengan pendarahan berlebihan yang terjadi pasca persalinan. Namun selain itu, ada pula gejala lainnya seperti berikut ini:

  • Otot rahim rileks dan tidak berkontraksi setelah bayi lahir.
  • Mengalami sakit punggung.
  • Mengalami nyeri.
  • Tekanan darah menurun.
  • Detak jantung meningkat.

Penyebab Atonia Uteri

Atonia uteri adalah masalah yang perlu diketahui penyebabnya. Ini karena masalah ini berbahaya bagi ibu melahirkan.

Setelah melahirkan, ibu biasanya akan kehilangan banyak darah. Namun, masalah ini sudah diantisipasi oleh tubuh melalui kontraksi yang dilakukan otot-otot rahim pada dinding miometrium pasca melahirkan. 

Kontraksi yang dilakukan otot tersebut bisa menghentikan pendarahan dari arteri spiralis yang memasok darah ke endometrium. Jika otot rahim berkontraksi, maka aliran darah berkurang dan koagulasi atau pembekuan darah meningkat.

Semua hal tersebut dilakukan agar ibu tidak terkena pendarahan hebat pasca melahirkan. Namun jika ibu mengalami atonia uteri, otot rahim tidak berkontraksi sebagaimana semestinya. Akibatnya, ibu berisiko terkena pendarahan hebat.

Faktor Risiko Atonia Uteri

Ibu yang memenuhi kriteria di bawah ini memiliki risiko terkena atonia uteri lebih besar:

  • Melahirkan untuk yang pertama kalinya.
  • Telah melahirkan 5 anak atau lebih.
  • Mengalami persalinan panjang.
  • Penggunaan obat-obatan pendorong persalinan yang berlebihan.
  • Memiliki BMI (Body Mass Index) 40 ke atas atau lebih.
  • Pernah mengalami atonia uteri sebelumnya.
  • Memiliki rahim yang berukuran lebih besar dari kebanyakan orang.
  • Memiliki terlalu banyak cairan ketuban.
  • Mengandung janin dengan berat badan besar.
  • Mengandung 2 janin atau lebih.
  • Berusia 35 tahun atau lebih.

Penanganan Atonia Uteri

Penanganan atonia uteri dimulai dengan diagnosis dari dokter. Dokter akan mengira-ngira seberapa banyak darah yang keluar dari pembalut atau spons yang digunakan untuk menyerap darah. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan tidak ada robekan pada rahim dan tidak ada plasenta yang tertinggal di rahim.

Jika diagnosis telah dipastikan, fokus utama dokter selanjutnya adalah menghentikan pendarahan dan menggantikan darah yang hilang.

Cara yang dilakukan dokter adalah sebagai berikut:

  • Melakukan transfusi darah untuk menggantikan darah yang keluar dari tubuh.
  • Melakukan ‘pijat’ rahim. Dokter akan meletakkan satu tangan di vagina dan tangan lainnya menekan rahim melalui dinding perut.
  • Memberi obat oksitosin, prostaglandin, dan metilergonovina.
  • Melakukan operasi untuk mengikat saluran darah.
  • Menginjeksi partikel atau alat kecil ke dalam dinding uterina untuk memblokade aliran darah ke rahim. Alat yang dimasukkan misalnya kateter Foley, balon Bakri, dan kain kasa.
  • Melakukan operasi pengangkatan rahim atau histerektomi sebagai jalan terakhir jika tidak ada lagi yang berhasil.

Demikian artikel mengenai atonia uteri. Mengingat atoni uteri adalah momok yang berbahaya bagi ibu melahirkan, pemahaman tentang penyakit ini perlu ditekankan. Semakin cepat antisipasi dilakukan, maka semakin baik pula penanganannya.

Sejarah Hari Perempuan Sedunia Dirayakan 8 Maret

Kita sering merayakan hari-hari besar yang jatuh setiap satu tahun sekali. Tahukah kamu bahwa ternyata ada tanggal khusus untuk merayakan hari perempuan sedunia. Kira-kira perayaan tersebut jatuh di tanggal berapa ya? Kamu bisa mengetahui jawabannya dengan melihat penjelasan berikut ini!

Sejarah

Hari Perempuan Internasional atau IWD bisa terjadi akibat dari gerakan buruh dan berhasil diakui oleh PBB. Pada tahun 1908, 15.000 wanita di New York menuntut jam kerja yang lebih pendek, gaji yang lebih baik, serta hak untuk memilih.

Clara Zetkin dikenal sebagai orang yang berperan penting dalam lahirnya IWD karena dirinya memasukkan ide perayaan ini dalam Konferensi Internasional Wanita Pekerja di Kopenhagen tahun 1910. 100 wanita yang hadir dari 17 negara menyetujui usulan tersebut.

Hari Perempuan Internasional pertama kali di rayakan pada tahun 1911 di beberapa negara, yaitu Austria, Denmark, Swiss, dan Jerman. Perayaan ini dibuat resmi oleh PBB pada tahun 1975. Tema perayaan pertama yang diadopsi [tahun 1996] adalah “Merayakan Masa Lalu, Merencanakan Masa Depan”.

Kenapa Tanggal 8 Maret?

Gagasan Clara tentang perayaan Hari Perempuan Internasional tidak memiliki tanggal pasti. Hal tersebut tidak diformalkan, hingga terjadi pemogokan masa perang tahun 1917, ketika wanita Rusia menuntut perdamaian. Pemogokan dimulai pada tanggal 8 Maret dan menjadi tanggal perayaan Hari Perempuan Internasional.

Alasan Menggunakan Warna Ungu

Berdasarkan situs Woman International Day, warna ungu, hijau, dan putih menjadi warna IWD. Penggunaan warna-warna tersebut karena melambangkan arti yang bermakna, seperti hijau yang berarti harapan, putih berarti kemurnian, dan ungu yang melambangkan keadilan dan martabat. Warna-warna ini berasal dari Serikat Sosial dan Politik Perempuan di Inggris tahun 1908.

Apakah Ada Hari Pria Sedunia?

Jika ada hari perempuan sedunia, apakah ada hari pria sedunia? Ya, para pria juga memilikinya yang dirayakan setiap tanggal 19 November. Namun, perayaan ini baru ditandai sejak tahun 1990an dan tidak diakui oleh PBB.

Bagaimana Perayaan Woman International Day?

Hari Perempuan Internasional merupakan hari libur nasional di banyak negara. Pada hari perayaan, penjualan bunga naik berlipat-;ipat ganda selama tiga hingga empat hari sekitar tanggal 8 Maret.

Di Cina, wanita akan diberikan cuti setengah hari pada tanggal 8 Maret sesuai dengan saran Dewan Negara. Di Italia, perayaan dilakukan dengan memberikan bunga mimosa, tradisi ini diyakini telah dimulai sejak perang dunia kedua.

Di Amerika Serikat, bulan Maret merupakan bulan sejarah wanita, sehingga setiap tahunnya pemerintah akan mengeluarkan penghormatan bagi prestasi wanita. Namun, sejak ada Pandemi Covid, perayaan di seluruh dunia akan berlangsung secara virtual dan perayaan ini diselenggarakan oleh PBB.

Kenapa Perlu Perayaan Wanita Sedunia?

Perayaan Wanita Internasional dimaksudkan untuk simbol perjuangan global dalam menuntut hak-hak perempuan selama setahun terakhir. Apalagi, pandemi COVID 19 terus berdampak pada hak-hak perempuan.

Berdasarkan laporan kesenjangan gender global forum ekonomi dunia 2021, waktu yang dibutuhkan untuk menutup kesenjangan gender global telah meningkat satu generasi dari 99,5 tahun menjadi 135,6 tahun. 

Namun, beberapa tahun terakhir telah ada kemajuan dalam kepemimpinan perempuan, seperti Kamala Harris yang merupakan wanita kulit hitam pertama sebagai wakil presiden Amerika Serikat pada tahun 2021. 

Itulah mengapa hari perempuan sedunia sangat berarti bagi wanita-wanita di seluruh dunia. Meski perayaannya hanya sehari dalam setahun, setiap wanita akan terus memperjuangkan hak-hak mereka di setiap harinya dan berusaha untuk meminimalisir kesenjangan gender.

EKG adalah Singkatan dari Elektrokardiogram, Apakah Itu? 

EKG adalah salah satu metode yang biasa digunakan untuk memeriksa kesehatan jantung. Apa dan bagaimana metode ini dilakukan? Artikel ini akan mengulas informasi penting seputar EKG yang perlu kamu ketahui.

EKG adalah metode pemeriksaan yang dinilai paling aman untuk mendapat informasi mendasar tentang seberapa sehat jantung seseorang. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Pengertian EKG

EKG adalah singkatan dari elektrokardiogram. Tes ini dilakukan dengan cara merekam dan mengukur aktivitas listrik jantung melalui elektroda kecil yang ditempelkan pada dada, lengan, dan kaki. EKG adalah pemeriksaan yang paling sering dipilih sebagai tes tahap awal kesehatan jantung. 

Tes ini bisa dilakukan di klinik, rumah sakit, ataupun di kantor dokter yang memiliki mesin EKG. Serangkaian tes dikenal dengan istilah prosedur elektrokardiogram. Biasanya dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap sebelum, tahap selama atau saat menjalankan EKG, serta tahap setelah tes selesai. 

Tujuan Dilakukan EKG

EKG dilakukan untuk memeriksa kondisi jantung dan menemukan tanda-tanda penyakit jantung jika ada. Namun, EKG ini dapat memberi informasi kompleks tentang jantung. Oleh karena itu, pemeriksaan EKG juga kerap dimanfaatkan untuk mengukur kekuatan otot jantung (daya pompa). Berikut adalah beberapa hal yang bisa diperoleh melalui pemeriksaan EKG:

  • EKG dilakukan untuk memeriksa dan mengukur ritme atau irama jantung
  • Melihat ada atau tidaknya gangguan aliran darah di otot jantung
  • Memeriksa kondisi otot dinding jantung dan jika ada kemungkinan penebalan otot jantung(hipertrofi)
  • Memeriksa ada atau tidaknya kerusakan pada bagian otot jantung
  • EKG juga dapat dilakukan untuk melihat peradangan jantung (miokarditis dan perikarditis)
  • Mendeteksi ada atau tidaknya kelainan elektrolit, misalnya kandungan kalium atau kalsium yang terlalu tinggi atau terlalu rendah
  • Memeriksa adanya ancaman serangan jantung (angina tidak stabil)
  • Ekg jantung adalah salah satu tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis serangan jantung (infark miokard
  • Mengetahui efek buruk dari masalah jantung karena penyakit lain, seperti tekanan darah tinggi, kondisi tiroid, emfisema, serta pembekuan darah ke paru-paru (emboli paru).

Jenis-jenis EKG

Prosedur elektrokardiogram atau EKG adalah pemeriksaan dengan prosedur standar dalam semua jenis EKG. Pemeriksaan EKG standar disebut juga dengan istilah resting EKG. Selain itu, beberapa jenis pemeriksaan EKG yang dikenal di dunia medis. 

  1. Tes EKG dengan bantuan Holter monitor

Pemeriksaan EKG dengan Holter monitor tidak menimbulkan rasa sakit, sama seperti pemeriksaan resting EKG. Dokter mungkin menyarankan metode ini jika mencurigai adanya irama jantung yang tidak normal, palpitasi, atau jika kamu tidak memiliki cukup aliran darah ke otot jantung.

Dokter mungkin menyarankan kamu melakukan pemeriksaan dengan Holter monitor selama 1-2 hari. Ini memang waktu yang standar digunakan untuk observasi kesehatan jantung. Jadi kamu tidak perlu khawatir akan lamanya durasi pemeriksaan. 

Kamu tidak perlu khawatir tidak bisa beraktivitas. Salah satu keunggulan EKG adalah alat ini bisa ditempelkan di tubuh dan pasien dapat beraktivitas seperti biasa di rumah Hal yang akan dilarang dokter adalah mandi. Alat EKG tidak bisa terkena air.

  1. Tes EKG dengan bantuan Event monitor

Tes ini digunakan untuk pemeriksaan gejala yang lebih ringan. Seperti namanya, alat ini hanya mengukur pada saat pasien merasakan momen (event) gangguan saja. Dengan kata lain, alat ini difungsikan jika kamu merasakan gejala. Kamu hanya perlu menekan tombol yang terdapat pada alat untuk merekam dan menyimpan aktivitas listrik jantung saat momen itu datang.

Nah, selama gejala berlangsung, kamu akan diminta membaca monitor dan menginformasikan data tersebut kepada dokter untuk dianalisis. Karena gejala seperti ini muncul lebih jarang pada pasien, biasanya observasi justru menjadi lebih lama. Mungkin dokter akan menyarankan menggunakannya selama berminggu-minggu. Penentuan hasil pemeriksaan EKG adalah tugas dokter dan profesional. Jadi, meski kamu bisa melihat sendiri data monitor, tidak berarti kamu bisa self diagnose ya.

Abdomen Adalah Organ Perut yang Rentan Alami Infeksi

Istilah abdomen cukup asing bagi banyak orang. Abdomen adalah sebuah istilah dari bahasa Latin yang dipakai dalam menyebutkan area depan tubuh, terletak di antara dada dan panggul. Abdomen lebih disebut sebagai organ perut. Abdomen terdiri atas bagian rongga dan dinding.

Kemudian dinding abdomen terdiri dari lapisan bawah kulit, kulit, otot, serta jaringan lemak. Bagian otot pada dinding sangat tebal dan kuat, bertugas melindungi organ-organ yang ada di bawahnya.

Sementara itu dalam rongga terdapat berbagai organ diantaranya hati, lambung, kantung empedu beserta salurannya, limpa, kelenjar pankreas, usus kecil, dan sebagian usus besar (hanya sebagian).

Abdomen Adalah Organ yang Memiliki Fungsi Penting

Pada area abdomen yang berisikan organ-organ pencernaan, bisa saja alami masalah kesehatan seperti infeksi. Secara umum organ-organ tersebut bergerak, berkembang, juga saling mendorong, sesuai dengan sistem pencernaan tubuh kita.

Pergerakan itu tetap terikat oleh kumpulan jaringan yang disebut dengan mesenterium yang merupakan jaringan penghubung.

Beberapa fungsi dari abdomen, yaitu:

  • Berperan penting dalam proses pencernaan dan penyerapan asupan yang masuk ke dalam tubuh.
  • Membantu berjalannya proses pernapasan.
  • Proteksi terhadap organ-organ dalam.
  • Menjaga organ-organ pencernaan bekerja dengan sempurna.

Lalu, mengapa abdomen bisa alami gangguan kesehatan? Dan penyakit seperti apa yang biasanya menyerang organ ini? Terdapat banyak penyebab mengapa seseorang alami gangguan kesehatan pada area abdomen. Serangan bakteri dan virus contohnya yang memicu infeksi.

Penyakit-Penyakit Perut

Penyakit-penyakit yang umum menyerang area abdomen meliputi:

Sembelit (Susah BAB)

Kasus sembelit bisa saja pernah dialami hampir semua orang, Secara medis, sembelit merupakan kondisi di mana hanya buang air besar (BAB) 1-2 kali saja dalam seminggu. Banyak faktor yang menyebabkan masalah pencernaan ini.

Mulai dari kurang memperhatikan asupan sehari-hari, sampai menjadi salah satu gejala dari penyakit tertentu. Termasuk penyakit berbahaya yang terkadang kurang disadari. 

Keracunan Makanan

Infeksi abdomen juga bisa terjadi akibat keracunan makanan. Diawali dengan sakit perut hebat yang tidak juga mereda. Perut terasa melilit dan menimbulkan rasa mual. Bisa diikuti dengan diare.

Radang Usus Buntu

Penyakit ini tentu tidak lagi asing, bukan? Radang usus buntu merupakan peradangan pada area usus, organ kecil yang ada pada dasar usus besar atau disebut area kolon. Umumnya, usus buntu harus diberi tindakan cepat dengan diangkat melalui prosedur operasi bedah. Karena bila didiamkan berisiko meledak, sangat membahayakan nyawa penderitanya.

Sirosis Hati

Sirosis hati adalah penyakit dengan kondisi organ hati yang mengeras, hingga menyebabkan organ tersebut alami luka serius. Kebanyakan sirosis dialami seseorang sebagai tingkatan lanjut dari hepatitis kronis. Penyakit ini pun banyak dialami oleh mereka yang ketergantungan alkohol.

Hepatitis

Penyakit lainnya berupa hepatitis atau radang hati. Hepatitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh serangan virus. Biasanya penderita sedang dalam kondisi kurang fit yang mana membuat sistem kekebalan tubuh terganggu. Virus pun lebih mudah menyerang.

Bila tidak ditangani dengan segera dan tepat, gejala akan semakin parah. Begitupun dengan tingkatan keparahannya. Seperti alami sirosis hati.

Hernia Abdominalis

Hernia abdominalis adalah melemahnya organ-orang pada area perut atau sering disebut fasia. Kondisi ini membuat organ-organ menonjol keluar. Paling umum terjadi pada organ usus. Dibutuhkan tindakan operasi pembedahan untuk mengatasinya.

Dalam mengatasi gangguan kesehatan di area abdomen, dokter spesialis akan lebih dulu melakukan pemeriksaan. Salah satunya prosedur endoskopi untuk mengetahui lebih rinci ketidaknormalan yang terjadi di dalam perut. Setelah memahami abdomen adalah bagian penting yang rentan alami gangguan kesehatan, kamu bisa lebih memperhatikan kondisi perut dengan menjaga asupan sehari-hari.

Beginilah Cara Kerja Organ Peredaran Darah Manusia 

Bagi manusia, darah memiliki fungsi yang vital yakni sebagai alat transportasi yang membawa dan mendistribusikan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh sekaligus mengangkut kembali zat sisa seperti karbondioksida untuk kemudian dikeluarkan dari tubuh. Oleh sebab itu cara kerja organ peredaran darah manusia merupakan hal yang sangat vital pula.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai cara kerja organ peredaran darah manusia. Yuk, terus simak pembahasannya.

Sistem peredaran darah manusia merupakan salah satu sistem utama yang menunjang kehidupan manusia. Sistem peredarah darah ini berfungsi sebagai alat transportasi yang bertanggung jawab untuk mengangkut dan mendistribusikan oksigen serta nutrisi ke seluruh bagian tubuh, jaringan, bahkan hingga sel-sel.

Darah juga sekaligus bertanggung jawab untuk mengangkut residu atau sisa-sisa metabolisme seperti karbondioksida serta berbagai zat sisa lain yang kemudian nantinya dibuang ke luar tubuh.

Organ Peredaran Darah Manusia

Dalam melakukan fungsi vitalnya sistem peredaran darah manusia tentunya disusun oleh berbagai organ-organ vital. Organ-organ dalam sistem peredaran darah manusia antaranya:

1.Darah

Dalam sistem peredaran darah manusia, tentunya hal yang paling vital adalah darah itu sendiri. Darah berfungsi sebagai alat transportasi yang mengangkut dan mendistribusikan oksigen, nutrisi, bahkan hormon dan antibodi ke seluruh bagian tubuh, jaringan, serta sel.

Darah juga berfungsi mengangkut sisa-sisa metabolisme tubuh. Zat-zat sisa seperti karbon dioksida, zat sisa pencernaan, urin, beserta zat-zat beracun yang nantinya akan dikeluarkan dari tubuh.

2. Pembuluh darah

Dalam menjalankan fungsinya sebagai alat transportasi, darah mengalir melalui sebuah sistem jaringan yang disebut dengan jaringan pembuluh darah. Jaringan pembuluh darah terdiri dari tiga jenis yakni pembuluh darah vena, pembuluh darah arteri, dan pembuluh darah kapiler. Ketiganya memiliki peran dan fungsinya masing-masing.

3. Jantung

Jantung merupakan salah satu organ paling vital yang menunjang kehidupan manisia. Fungsi jantung yang utama adalah untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh serta menjadi terminal tempat darah yang membawa oksigen dan darah yang membawa karbondioksida bertukar.

Jantung manusia dewasa berukuran kira-kira sebesar kepalan tangan manusia dewasa. Jantung terletak di dalam rongga dada bagian tengah atau tepatnya di balik payudara sebelah kiri.

Jantung terdiri dari empat ruang utama yakni bilik kanan (ventrikel kanan), serambi kanan (atrium kanan), bilik kiri (ventrikel kiri), dan serambi kiri (atrium kiri). Kesemua bagian ini memiliki fungsi masing-masing. Sekat pembatas antara bagian bilik dan serambi disebut katup jantung.

Sistem Peredaran Darah Besar dan Kecil

Cara kerja sistem peredaran darah pada manusia terbagi menjadi dua, yakni sistem peredaran darah besar dan sistem peredaran darah kecil. Kedua sistem ini dibedakan oleh rute peredaran serta tujuan utamanya. Berikut adalah penjabarannya:

1.Sistem peredaran darah besar

Sistem peredaran besar yakni sistem yang berfungsi untuk mengedarkan darah ke seluruh bagian tubuh. Sistem ini disebut juga dengan sirkulasi sistemik.

Dalam sistem ini darah yang membawa oksigen serta nutrisi dipompa dari jantung dan melalui pembuluh-pembuluh arteri dan kemudian disalurkan oleh pembuluh kapiler ke bagian-bagian jariang tubuh terkecil dan sel.

Skema peredaran darah besar yakni:

jantung (bilik kiri/ventrikel kiri) – aorta – arteri – kapiler – jaringan dan sel di seluruh tubuh – vena atas dan vena bawah – jantung (serambi kanan/atrium kanan).

2.Sistem peredaran darah kecil

Sistem peredaran darah kecil, yang disebut juga dengan sistem peredaran pulmonaris, yakni rute peredaran dari dari jantung ke paruru dan kembali ke jantung lagi.

Jika pada sistem peredaran darah besar jantung memompa darah yang kaya aka oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh yang kemudian darah kembali ke jantung membawa karbondioksida serta zat sisa, maka pada sistem peredaran darah kecil ini jantung memompa darah yang mengandung karbndioksida (yang dari seluruh tubuh tadi) ke paru-paru.

Di paru-paru, kandungan karbondioksida tadi diserap dan ditukar dengan oksigen. Darah yang membawa oksigen akan kembali ke jantung untuk kemudian diedarkan ke seluruh tubuh, sedang karbondioksida dikeluarkan dari tubuh melalui sistem pernapasan.

Alur peredaran darah kecil yakni: darah dari jantung (bilik kanan) melalui arteri pulmonaris menuju paru-paru dan karbondioksida ditukar dengan oksigen, lalu drah melalui vena pulmonaris kemudian kembali menuju jantung (serambi kiri).

Nah, demikian penjelasan lengkap mengenai cara kerja organ peredaran darah manusia. Semoga bisa membantu dan bermanfaat.

MCU adalah Medical Check Up, Ketahui Tujuan dan Jenisnya 

Medical check up atau MCU adalah serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui status kesehatan secara menyeluruh dan mengetahui jika ada penyakit yang diderita. Dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ini setidaknya satu kali setahun untuk mengantisipasi masalah kesehatan yang mungkin berkembang.

Mengetahui status kesehatan dan risiko penyakit penting untuk dilakukan terutama oleh lansia dan orang yang memiliki indikasi atau faktor risiko penyakit tertentu. Namun, orang sehat juga dianjurkan melakukan medical check up. Jenis pemeriksaan yang dilakukan ketika medical check up biasanya disesuaikan dengan kebutuhan.

Tujuan Medical Check Up

Selain membantu mengetahui status kesehatan, medical check up juga dapat menjadi kesempatan untuk berbicara dengan dokter mengenai keluhan dan gejala yang sedang dialami. Berikut adalah tujuan medical check up yang perlu kamu ketahui:

  • Memeriksa kemungkinan risiko penyakit, sehingga bisa mendapatkan perawatan dan pengobatan lebih awal
  • Mengidentifikasi berbagai masalah yang mungkin dapat menjadi masalah medis di masa depan
  • Melacak setiap perubahan kesehatan fisik
  • Memperbarui imunisasi jika diperlukan
  • Menentukan apakah dibutuhkan tes lebih lanjut
  • Sebagai pemeriksaan awal sebelum dilakukan operasi maupun prosedur pengobatan medis lainnya

Jenis Medical Check Up

Jenis pemeriksaan medical check up biasanya akan disesuaikan dengan kebutuhan. Sebelum melakukan pemeriksaan, biasanya akan diukur tinggi dan berat badan terlebih dahulu. Berikut adalah jenis pemeriksaan lain yang ada dalam medical check up:

  • Pemeriksaan fungsi jantung (Ekokardiografi/EKG), untuk memeriksa kondisi, struktur serta fungsi jantung
  • Pemeriksaan radiologi, dilakukan dengan sinar X untuk memeriksa penyakit lewat foto atau gambar. Penyakit yang dapat diketahui melalui pemeriksaan ini diantaranya adalah penyakit jantung, tumor, kanker, kelainan paru-paru, stroke dan gangguan tulang dan sendi
  • Pemeriksaan laboratorium, diantaranya:
  • Pemeriksaan hematologi, untuk mengetahui kuantitas dan kualitas sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan hal lainnya seputar darah
  • Pemeriksaan urine, untuk memeriksa PH, warna, protein/albumin, bilirubin, darah dan kadar gula
  • Pemeriksaan feses, memeriksa warna dan konsistensi feses/tinja
  • Cek kolesterol, kolesterol yang tinggi dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti stroke dan penyakit jantung. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan kolesterol secara rutin
  • Cek kadar gula darah, pemeriksaan ini biasanya dilakukan setelah sebelumnya berpuasa minimal 8 jam. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah kamu mengalami diabetes atau tidak
  • Pemeriksaan fungsi hati, dilakukan dengan mengecek kadar enzim dan protein dari sample darah yang sebelumnya diambil. Pemeriksaan ini penting untuk memantau dan mendeteksi perkembangan penyakit liver dan kerusakan hati lainnya.
  • Pemeriksaan fungsi ginjal, diantaranya adalah:
  • Tes urine, mendeteksi adanya protein atau darah dalam urine
  • Ureum atau blood urea nitrogen, menentukan kadar urea nitrogen dalam darah
  • Laju filtrasi glomerulus, melihat kemampuan ginjal dalam menyaring zat sisa metabolisme tubuh
  • Kreatinin darah, menentukan kadar kreatinini dalam darah

Rangkaian Medical Check Up

Medical check up akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien. Namun, berikut ini adalah rangkaian pemeriksaan yang penting dilakukan oleh perempuan:

  • Pemeriksaan kehamilan

Kamu perlu melakukan pemeriksaan sebelum melakukan program hamil untuk mendiskusikan risiko kesehatan kehamilan. Setelah hamil, lakukan pemeriksaan antenatal secara rutin untuk memantau perkembangan janin, mendeteksi kelainan dan mengetahu kesehatanmu sendiri

  • Pap smear

Pemeriksaan ini dianjurkan kepada perempuan usia 21 tahun ke atas dan sudah aktif secara seksual untuk mendeteksi adanya kanker serviks. Pap smear dapat dilakukan setiak 3 tahun sekali. Setelah usia 35 tahun, pemeriksaan ini dapat dilakukan setial 5 tahun sekali dan tidak perlu dilakukan untuk perempuan usia 65 tahun ke atas

  • Mammogram

Pemeriksaan mammogram (rontgen payudara) dianjurkan untuk dilakukan oleh perempuan usia 50 dan 74 tahun yang tidak memiliki riwayat kanker payudara setiap 2 tahun sekali. Jika kamu memiliki riwayat penyakit kanker payudara pribadi maupun keluarga, dokter akan memutuskan seberapa sering kamu harus melakukan pemeriksaan secara rutin

Medical check up atau mcu adalah pemeriksaan yang penting untuk dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatanmu. Oleh karena itu, sebaiknya kamu melakukan serangkaian pemeriksaan ini untuk mendeteksi sejak dini jika terdapat masalah dengan kesehatan tubuh.